DESA CINTA JAYA, SEBUAH PERMATA KECIL YANG TERABAIKAN DI KECAMATAN PEDAMARAN, TENGAH BERBENAH DIRI.

 


Di bawah kepemimpinan Pak Budiman, semangat gotong royong kembali bergelora, dengan besinergi Bersama BPD dan Lembaga pemerintahan lainnya membawa harapan baru bagi warganya. Dengan merujuk Permendes PDTT No. 16 Tahun 2018 Musyawarah Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Cinta Jaya yang dilaksanakan pada tanggal 27 Septemrber 2024 menjadi tonggak awal. Seluruh perangkat desa, lembaga pemerintahan, tokoh masyarakat, dan warga duduk bersama, berdiskusi tentang masa depan desa. Satu isu krusial yang paling mendesak adalah kondisi jalan titian bertiang. Sudah hampir lima belas tahun jalan itu berdiri, dibangun oleh kepala desa sebelumnya, dan kini kondisinya sangat memprihatinkan. Tiang-tiang penyangga mulai kropos, lantai-lantai alasnya goyah, dan setiap langkah di atasnya terasa seperti menguji nyali. "Kalau dibiarkan, ini bisa membahayakan warga," ujar salah satu tokoh masyarakat. Kekhawatiran itu beralasan, mengingat jalan titian bertiang ini adalah satu-satunya akses utama bagi banyak warga, terutama mereka yang tinggal di area di pinggir sungai yang arusnya deras. Jalan ini bukan hanya jalur sehari-hari, tetapi juga urat nadi ekonomi, tempat warga mengangkut hasil kebun mereka. dengan keresahan tersebut, Kepala desa Budiman dan masyarakat sepakat Mempioritaskan proyek membangun ulang  jalan titian bertiang tersebut di acara msuyawarah desa yang dipimpin oleh Ketua BPD bapak Ali Hanafia.

Proyek ini pun dimulai pada maret 2025 dengan Menggunakan Dana Desa Tahap I Tahun 2025. Namun, Pak Budiman menyadari, pembangunan besar seperti ini memerlukan komunikasi yang baik dengan seluruh lembaga pemerintahan desa dan masyarakat. "Untuk sementara, mohon maaf, Bapak dan Ibu harus melalui jalan pintas yang agak memutar," jelasnya dalam pengumuman di balai desa. Ia juga meminta kesabaran warga, menjelaskan bahwa medan di pinngiran sungai yang sulit akan membuat proses pembangunan lebih lambat dari perkiraan. Warga mengangguk, memahami tantangan yang ada. Mereka percaya, perjuangan kecil ini akan berbuah manis demi keselamatan bersama.



Realitas di lapangan jauh lebih rumit daripada yang terlihat di atas kertas. Pembangunan titian bertiang benar-benar menguji kesabaran dan keuletan para pekerja penuh semangat. Namun, setiap langkah di pinggiran sungai adalah perjuangan. Pembuatan fondasi tiang pancang menjadi tahap paling krusial. Tiang-tiang beton harus kokoh menopang beban di atas tanah yang labil.“Pondasi yang kuat adalah kunci,” tegas Pak Kades kepada para pekerja. “Jangan tergesa-gesa. Kita harus pastikan setiap tiang tertanam dengan sempurna.” Prosesnya sangat memakan waktu. Mulai dari merakit besi baja untuk kerangka, yang membutuhkan ketelitian tinggi agar struktur menjadi solid, hingga proses pengecoran. Setelah dicor, mereka tidak bisa buru-buru melanjutkan. Pak Kades bersikeras agar adukan beton benar-benar kering sampai ke bagian dalam, memastikan kekuatannya optimal. "Kualitas adalah yang utama. Lebih baik lambat tapi hasilnya kokoh, daripada cepat tapi membahayakan di kemudian hari," prinsip ini selalu ia sampaikan.

Di balik layar, proses ini tidak luput dari pengawasan ketat. Tim pendamping desa dan pendamping lokal desa (PLD) selalu hadir, memberikan bimbingan dan memastikan setiap tahapan sesuai dengan perencanaan. Tak ketinggalan, tim verifikasi dari kecamatan juga rutin datang, mengecek progres dan administrasi proyek. Kehadiran mereka memberikan rasa aman, bahwa pembangunan ini berjalan transparan dan akuntabel

Waktu terus berjalan. Realisasi pembangunan Dana Desa Tahap I selesai dengan gemilang. Jalan titian bertiang yang baru berdiri kokoh, membentang gagah di pimggiran sungai yang deras. Jembatan yang awalnya hanya harapan, kini menjadi kenyataan. Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Pak Budiman mengumumkan bahwa pembangunan akan dilanjutkan pada Dana Desa Tahap II, dan ia berharap, insyaallah, seluruhnya akan selesai sebelum pergantian tahun 2026. “Ini adalah komitmen kita bersama. Mari kita tuntaskan pekerjaan ini agar warga kita bisa menyambut tahun baru dengan jalan yang baru dan aman,” ucapnya penuh semangat.


Dengan selesainya pembangunan kembali  Jalan titian bertiang  nanti, akses transportasi akan jauh lebih mudah. Masyarakat bisa dengan leluasa melakukan aktivitas sehari-hari, mulai dari pergi bekerja, bersekolah, hingga membawa hasil kebun mereka ke pasar. Jalan titian baru ini akan menjadi jalur vital yang menopang roda ekonomi dan sosial di Desa Cinta Jaya.Pada akhirnya, pembangunan ini bukan hanya tentang beton dan besi, tetapi tentang membangun kembali kepercayaan dan harapan. Titian bertiang ini adalah simbol dari bahwa kepentingan masyarakat adalah hal utama bagi Pemerintaham Desa cinta Jaya yang dipimpin Bapak Budiman. Dan hal ini merupakan keberhasilan nyata bahwa dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang penuh dedikasi, dan pengawasan yang ketat, Dana Desa dapat dioptimalkan untuk kemaslahatan bersama.


Penulis  :  PD Pedamaran

Komentar

  1. Teruslah belajar, jangan pernah bosan dan menyerah. Berkaryalah selagi masih bisa berkarya. Tetap Semangat.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta dari Ujung Desa: Sebuah Harapan Kepastian untuk Sang Menteri

ANTUSIAS WARGA PEDAMARAN V TERHADAP KOPRASI MERAH PUTIH