Surat Cinta dari Ujung Desa: Sebuah Harapan Kepastian untuk Sang Menteri
Kepada Yang Terhormat Bapak Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) di Tempat Yth. Bapak Menteri Desa, Perkenankan kami, yang sehari-hari menjadi ‘mata dan tangan’ Bapak di ujung-ujung desa Nusantara, mengirimkan surat ini. Kami bukanlah pejabat tinggi, bukan pula birokrat di balik meja megah, melainkan Pendamping Desa (PD) yang berjuang setiap hari di pelosok, memastikan program-program Bapak menyentuh langsung denyut nadi masyarakat. Kami, yang sudah hampir satu dekade menjadi saksi bisu pembangunan desa, menjuluki surat ini sebagai “Surat Cinta dari Ujung Desa.” Surat ini lahir dari sebuah rasa, sebuah kegundahan kolektif yang menghantui ribuan Pendamping Desa di seluruh Indonesia setiap tahun, seiring jarum jam mendekati angka dua belas di kalender Desember. Kegundahan itu bernama ketidakpastian kontrak . Bapak Menteri yang kami hormati, Bayangkanlah, hampir sepuluh tahun kami mengabdi. Kami telah menemani desa merancang RKPDes, membangun embung, mengelola Bumd...