Postingan

Mengawal Dana Desa dengan Kepatuhan Pajak ( OKI SUMSEL)

Gambar
Pada hari Rabu, 12 November , Aula KPP Pratama Kayuagung menjadi pusat kegiatan strategis: Sosialisasi Perpajakan Dana Desa . Acara ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan perwujudan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola Dana Desa yang akuntabel, transparan, dan taat fiskal . Dana Desa, sebagai motor penggerak ekonomi perdesaan, membawa serta kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Desa. Kolaborasi Tiga Lembaga Kunci Keberhasilan acara ini ditopang oleh sinergi apik tiga lembaga utama di Kabupaten OKI: KPP Pratama Kayuagung , Tim Tenaga Ahli Pendamping Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (TA P3MD) Kabupaten , dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten OKI . Kerjasama ini memastikan bahwa aspek regulasi pembangunan, pendampingan lapangan, dan aturan perpajakan berjalan selaras. Pesertanya adalah Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten OKI—mereka adalah garda terdepan yang bertugas memastikan Pemerintah Desa menja...

Surat Cinta dari Ujung Desa: Sebuah Harapan Kepastian untuk Sang Menteri

Kepada Yang Terhormat Bapak Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) di Tempat Yth. Bapak Menteri Desa, Perkenankan kami, yang sehari-hari menjadi ‘mata dan tangan’ Bapak di ujung-ujung desa Nusantara, mengirimkan surat ini. Kami bukanlah pejabat tinggi, bukan pula birokrat di balik meja megah, melainkan Pendamping Desa (PD) yang berjuang setiap hari di pelosok, memastikan program-program Bapak menyentuh langsung denyut nadi masyarakat. Kami, yang sudah hampir satu dekade menjadi saksi bisu pembangunan desa, menjuluki surat ini sebagai “Surat Cinta dari Ujung Desa.” Surat ini lahir dari sebuah rasa, sebuah kegundahan kolektif yang menghantui ribuan Pendamping Desa di seluruh Indonesia setiap tahun, seiring jarum jam mendekati angka dua belas di kalender Desember. Kegundahan itu bernama ketidakpastian kontrak . Bapak Menteri yang kami hormati, Bayangkanlah, hampir sepuluh tahun kami mengabdi. Kami telah menemani desa merancang RKPDes, membangun embung, mengelola Bumd...

ANTUSIAS WARGA PEDAMARAN V TERHADAP KOPRASI MERAH PUTIH

Gambar
Pada tanggal 15 Mei 2025, Balai Desa Pedamaran V, Kecamatan Pedamaran, diselimuti semangat gotong royong yang membara. Lebih dari 200 warga berkumpul, duduk berdesakan, menunjukkan antusiasme luar biasa. Suasana ini tidak muncul tiba-tiba. Berbulan-bulan lamanya, para pendamping desa dan pendamping lokal desa gencar mensosialisasikan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Petunjuk Pelaksanaan Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2025 melalui media sosial dan pertemuan langsung. Upaya itu membuahkan hasil, memantik harapan di hati setiap warga bahwa koperasi ini adalah jalan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Agenda utama hari itu adalah Musyawarah Khusus Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih . Acara dimulai dengan pemilihan pimpinan rapat, yang berlangsung lancar dan demokratis. Setelah pimpinan terpilih, fokus beralih ke inti musyawarah: pemilihan pengurus koperasi. Sesuai ketentuan, akan dipilih lima orang pengurus. Nam...

DESA CINTA JAYA, SEBUAH PERMATA KECIL YANG TERABAIKAN DI KECAMATAN PEDAMARAN, TENGAH BERBENAH DIRI.

Gambar
  Di bawah kepemimpinan Pak Budiman, semangat gotong royong kembali bergelora, dengan besinergi Bersama BPD dan Lembaga pemerintahan lainnya membawa harapan baru bagi warganya. Dengan merujuk Permendes PDTT No. 16 Tahun 2018 Musyawarah Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Cinta Jaya yang dilaksanakan pada tanggal 27 Septemrber 2024 menjadi tonggak awal. Seluruh perangkat desa, lembaga pemerintahan, tokoh masyarakat, dan warga duduk bersama, berdiskusi tentang masa depan desa. Satu isu krusial yang paling mendesak adalah kondisi jalan titian bertiang. Sudah hampir lima belas tahun jalan itu berdiri, dibangun oleh kepala desa sebelumnya, dan kini kondisinya sangat memprihatinkan. Tiang-tiang penyangga mulai kropos, lantai-lantai alasnya goyah, dan setiap langkah di atasnya terasa seperti menguji nyali. "Kalau dibiarkan, ini bisa membahayakan warga," ujar salah satu tokoh masyarakat. Kekhawatiran itu beralasan, mengingat jalan titian bertiang ini adalah satu-satunya akses uta...